Kita memang tidak mungkin hidup sendiri tanpa orang lain. Karena itu, saat orang lain menjadi acuan adalah hal yang wajar, karena kita hidup sebagai makhluk sosial. Selain itu, kita juga dididik untuk bertoleransi serta menyenangkan orang lain. Sayang, ada yang kemudian menekankan dengan cara yang salah, yaitu kemudian malah menekan keinginan kita, hanya karena tidak ingin orang lain menjadi tidak nyaman.
Kadang kita dilarang bicara tegas
pada orang yang kita tidak sukai, karena takut orang itu sakit hati. Kita
dilarang menolak permintaan orang lain, karena itu tandanya kita bukan individu
yang baik.
Mitos-mitos tentang bagaimana
berhadapan dan bersikap pada orang lain dengan mengenyahkankan keinginan dan
kenyaman pribadi, pada akhirnya membuat kita bukan menjadi pribadi yang
bertoleransi, tapi menjadikan kita pribadi yang takut bersikap. Salah satu
sikap yang banyak terjadi adalah dengan selalu memikirkan apa kata orang lain.
Mendengarkan apa kata orang lain
tentu saja baik, jika yang kita dengarkan adalah kalimat yang keluar dari orang
yang baik. Tapi mendengarkan apa kata orang lain, hanya karena ukuran mereka
adalah standar lingkungan tempat mereka berada, sedang kita ingin mengubah
lingkungan itu, tentu mendengarkan dalam hal ini akan menjadi tidak baik.
Menjadi hal yang wajar bila suatu
saat kamu ingin membalaskan sikap yang tak mengenakkan itu. Namun bukankah
membalas perbuatan buruk dengan tindakan yang sama jeleknya tidaklah bijak?
Tentu kamu lebih baik darinya bukan?
Akan menjadi sangat berbeda, jika
kita bisa menghadapinya dengan lebih elegan. Hal itu juga merupakan bukti bahwa
kamu telah setingkat lebih tinggi darinya. Bukan bararti kamu harus diam dan
pasrah saat mendapatkan perlakuan buruk itu, melakukan hal-hal ini akan jauh
lebih baik ketimbang kamu bersikap emosional padanya.
1. Tetaplah Tenang dan Kuasai Diri!
KONTROL EMOSIMU JUGA!
Ketika
berkomunikasi dengan mereka yang selalu bersikap seakan ingin merendahkan kita,
usahakan untuk tetap tenang dan tidak terpancing emosi karena itu dapat memperburuk
keadaan. Sebelum merespon perkataannya kembali tetap tanamkan di dalam hati
bahwa kita hanya ingin membahas masalah tapi harus tetap tenang dan sopan. Kita
bisa menyampaikan ketidaksukaan kita terhadap kata-kata yang diucapkan yang
kesannya meremehkan kita, cobalah bertanya apa hal yang menjadi alasan dia
melakukan itu.
Akan tetapi jika dia masih terus
meremehkanmu bahkan saat ditengah-tengah orang ramai sekalipun, cobalah untuk
mengatakan yang sebenarnya. Jika hal ini terasa sulit untuk dihadapi cobalah
untuk menghindar untuk menenangkan diri dan menghindari sesuatu yang tidak
inginkan terjadi.
2. Tidak Perlu Jadi Orang Lain Hanya Untuk
Menghadapinya, Cobalah Jujur dan Tegas!
Merasa
tidak memiliki salah tapi kita justru masih sering mendapat perlakuan yang
tidak menyenangkan dari orang lain, cobalah untuk tegas. Jangan pernah takut
untuk langsung membicarakannya katakan padanya bahwa kita merasa direndahkan
dengan sikapnya yang sesungguhnya tidak beralasan atau bisa jadi juga salah
paham.
Kita perlu jujur dan tegas untuk
membicarakannya secara langsung agar dia mengerti dan menyadari bahwa kita
tidak suka dengan perbuatannya tersebut. Jangan lupa juga untuk menunjukkan
kepadanya bahwa kita memang benar-benar serius dengan sikap yang kita telah
sampaikan kepadanya.
3. Namun Jika Orang Tersebut Memang Susah
Diajak Untuk Bicara Baik-baik, Cobalah Untuk Mengabaikan Perilakunya Itu!
Jika
sekiranya ada orang yang tiba-tiba memberimu komentar berisi kata-kata yang
merendahkan namun hal tersebut bukanlah perilaku yang biasa ia lakukan, cobalah
untuk mengabaikannya saja dengan melupakan semua ungakapan yang dia telah
katakan. Setiap orang memang bisa saja mengucapkan kalimat yang tidak enak
didengar oleh orang lain sesekali, mengalami hari yang tidak menyenangkan, atau
mengkritik orang lain tanpa maksud buruk.
Jika komentar merendahkan itu tidak
biasa dilontarkan, cobalah memaafkan dan melupakannya. Di sisi lain kita juga
patut tahu bahwa orang yang sering meremhkan kita akan mencari berbagai cara
untuk membuat kita terlihat lebih rendah dibandingkan dirinya, tak hanya
memprovokasi kadang mereka juga menyebar perkatan buruk tentang kita kepada
orang banyak dengan tujuan yang sama untuk menjatuhkkan kita. Jika sudah
seperti ini baiknya kita harus meluruskan semuanya baik kepadanya juga kepada
orang-orang yang sudah terprovokasi.
4. Akan Tetapi Jika Sekiranya Ada
Beberapa Ucapan Yang Memang Benar, Tindakannya Yang Meremehkan Bisa Juga Kita
Jadikan Ajang Untuk Intropeksi Diri.
Dalam
hidup kita juga pasti akan melakukan kesalahan, yang kadang memicu orang lain
untuk membenci kita. Cobalah untuk intropeksi diri dengan mengevaluasi semua
tindakan yang selama ini mungkin kita lakukan secara berlebihan dan kurang
baik. Hingga tanpa disadari sudah membuat orang lain tersinggung. Selain untuk
mengubah pandangan orang lain, hal ini juga memiliki dampak yang bagi dirimu
pribadi.
Kamu pun jadi memiliki kesempatan
untuk menjadi pribadi yang lebih baik lagi dan akan merubah cara pandang orang
lain terhadapmu, bahwa ternyata kamu bisa merubah diri untuk jadi pribadi yang
lebih baik lagi. Jangan lupa juga untuk mengucapkan terima kasih padanya,
karena sikapnya yang tadinya ingin merendahkanmu, kamu jadi belajar untuk
memperbaiki diri bahwa memang ada sesuatu yang harus dirubah.
5. Paling Penting, Jadikan Itu Semua Untuk
Meningkatkan Rasa Percaya Dirimu.
Mendapat perlakuan yang tidak
menyenangkan memang pasti akan membuat kita down, bahkan sering menimbulkan
sesuatu yang tidak diinginkan. Hal itu jelas-jelas akan sangat merugikan diri
sendiri, untuk bisa tetap tenang dalam menghadapinya yang perlu kita lakukan
adalah tetap menunjukkan rasa percaya diri yang tinggi dihadapan mereka.
Tetap percaya diri dan tak
terpengaruh merupakan cara terbaik untuk menghadapi mereka yang sering
meremehkanmu, karena kamu sadar bahwa semua yang di ucapkannya adalah bohong
untuk itu kenapa harus diambil pusing. Tetaplah terseyum dan jalani hidup
seperti biasnya, atau buatlah sesuatu hal yang akan membuat kamu jauh lebih
baik dengan begitu ia akan merasa bahwa usahanya untuk menjatuhkanmu telah
sia-sia dan tidak berhasil. Karena sesuatu yang memang tidak benar tidak akan
pernah menang.
Pada akhirnya kamau sendirilah hanya
dapat mengendalikan perasaan dan pikiranmu sendiri, karena kenyataannya setiap
individu memiliki karakter dan sifat yang berbeda-beda termasuk untuk caranya
berinteraksi dengan orang lain. Berusahalah untuk tetap tenang dan fokuskan
diri pada hal-hal yang positif, namun jika sekiranya ada perasaan dan emosi
yang sudah tidak bisa ditahan lagi sebisa mungkin kita harus menghindar untuk
mencegah segala sesuatu yang tidak diinginkan.

Makasih kakak,bisa jadi motivasi 👌
BalasHapusSngat mnginspirasi
BalasHapusNice kaka😂
BalasHapusGood kak
BalasHapusNice👌
BalasHapusNice👌
BalasHapusGood👍
BalasHapusGood
BalasHapus